RSS

Arsip Kategori: Kumpulan Cerpen

Agoni Pengantin (cerpen Dina Oktaviani)

AGONI PENGANTIN

(karya Dina Oktaviani)


Baiklah. Aku akan menikahimu. Meski alasan yang kita dapatkan hanya makin membikin engkau dan aku ragu.

Dalam ruang berbentuk lingkaran, orang-orang segera mengambil bagiannya dalam pesta. Menyantap semua yang selayaknya dihidangkan dalam perayaan. Di tengah-tengah mereka, pengantin perempuan memucat. Ia memandang pengantin lelaki dan berkata pada dirinya sendiri: inilah yang kauinginkan. Pengantin lelaki berdiri tegak tanpa kehilangan sedikit pun garis puas di wajahnya. Perempuan itu merasakan mual yang berlebihan meski tahu dirinya mandul.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2010 in Kumpulan Cerpen

 

Tag:

Lelaki yang Mengkhianati Ibu (cerpen Susialine Adelia)

Lelaki yang Mengkhianati Ibu

(karya Susialine Adelia)


Seperti biasa, Ibu sudah berdandan cantik ketika menemani dan meladeni kami sarapan. Sambil berangkat ke kantor (Ibu pegawai negeri di Taman Budaya) dia akan mengantar kami semua ke sekolah. Sementara Ayah meneruskan mimpinya karena menjelang pagi baru pulang. Apalagi mendekati pentas (Ayah aktor sebuah grup teater ternama di kotaku dan biasanya ia menjadi pemain utama). Tetapi meski malam tak ada latihan, Ayah tak pernah bangun pagi. Begitu setiap hari. Jadi kami tak pernah bertanya kenapa Ayah tidak ikut sarapan, atau merasa kehilangan.
Belum selesai sarapan Ayah muncul dari ruang depan. Seperti biasa wajahnya nampak kuyu, lelah dan ngantuk. Baru aku tahu bahwa ternyata Ayah baru pulang.
“Halo semuanya,” Ayah menyapa tanpa mendekati dan mengecup kening kami.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2010 in Kumpulan Cerpen

 

Tag:

Sepasang Sepatu (Cerpen Zoya Herawati)

Sepasang Sepatu

(karya Zoya Herawati)


Suatu hari di bulan Agustus, seseorang mengirimi aku sepasang sepatu, tepat ketika aku tengah membutuhkannya. Kukatakan demikian karena sepatu milikku yang beberapa minggu sebelumnya kubeli dari sebuah butik mahal, bagian uppernya sudah mulai retak-retak, mengenaskan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2010 in Kumpulan Cerpen

 

Tag: ,